FIFA Tidak Kebal Hukum

Begitu populernya hiburan olahraga sepakbola ternyata membuat beberapa negara di dunia harus terpaksa tunduk kepada FIFA dalam urusan sepakbola, selain memiliki beberapa aturan ketat yang harus di taati, bapak sepakbola FIFA yang satu ini juga mempunyai banyak dukungan dari Asosiasi Sepakbola dari berbagai negara sehingga membuat sebuah negara harus tunduk dan patuh terhadap FIFA apabila sudah berhubungan dengan urusan olahraga sepakbola.

Besarnya kuasa sebuah organisasi yang berdiri sendiri ini pun membuat beberapa negara terkadang kurang mau mencampuri urusan atau bersengketa dengan badan organisasi FIFA tersebut, selain takut akan dikucilkan oleh Asosiasi dari berbagai negara dibelahan dunia yang memberikan dukungan buat FIFA, FIFA juga merupakan salah satu badan organisasi yang sanggup memberikan hukuman buat sebuah negara dalam hal sepakbola.

Walau besar dan berkuasa namun kenyataan akan kebal hukum itu tidaklah mungkin terjadi, baik itu sebuah organisasi yang dibentuk negara maupun organisasi yang berdiri sendiri seperti FIFA, ini dibuktikan dari pernyataan Goverment of Swiss yang menyatakan kalau FIFA yang berdiri di negara Swiss ini harus taat dan mengikuti hukum di negara tersebut.

Tunduknya FIFA kepada pemerintahan Swiss ini pun akhirnya di manfaatkan United State (Amerika Serikat) untuk menyelidiki adanya keterlibatan para pimpinan lama dalam kasus korupsi, alhasil lewat tangan FBI ini lah akhirnya para petinggi dari FIFA berhasil di ringkus di negara Swiss, setelah mendapat persetujuan dari pihak negara tersebut, tepatnya di Hotel Baur au Lac Swiss dimana para petinggi sedang melakukan pertemuan.

Kecurigaan dari FBI akan kasus korupsi ini bermula setelah adanya pengucuran dana besar dari ketua Asosiasi Sepakbola Jack Warner kepada perusahaan Chuck Blazer yang merupakan salah satu warga dari USA tersebut, walau yang bersangkutan tidak mengaku namun warga Amerika Serikat Chuck Blazer masih terlibat beberapa kasus penggelapan pajak sehingga membuat Chuck Blazer pun harus terpaksa kerja sama sebagai informan USA tersebut, dengan adanya bantuan dari Chuck Blazer ini lah membuat para petinggi FIFA ini akhirnya berhasil di tangkap dengan keterlibatan kasus korupsi.