Milan Perlu Pemasok Baru Agar Bisa Belanja Pemain

Milan Perlu Pemasok Baru Agar Bisa Belanja Pemain – Dikabarkan AC Milan yang disebut sebagai Rossoneri belakangan ini sedang mengalami krisis keuangan dimana mereka susah dalam membeli pemain-pemain baru. Tapi ada kabar baik bahwa ada sebuah persetujuan akan didatangkannya pemasok baru untuk membangun Milan menjadi lebih baik lagi. AC Milan telah yakin dan setuju untuk menjual setengah sahamnya kepada investor asing dengan tujuan membangkitkan AC Milan agar bisa membeli pemain baru yang memiliki skill yang berbakat.

AC Milan sudah bertemu dengan Bee Taechaubol kemarin malam dan membuat sebuah keputusan dan persetujuan untuk berbagi saham dengannya. Hal ini sebenarnya sudah lama sekali diperbincangkan akan tetapi pihak AC Milan masih ragu dan masih dipertimbangkan. Dengan kondisi belakangan yang dialami Milan, akhirnya mereka pun memutuskan untuk berbagi saham dengan investor asing agar klub mereka bisa kembali bersinar lagi dan tidak menjadi klub papan tengah.

Dalam Liga Italia Serie A musim ini AC Milan harus berakhir di peringkat ke-10 dimana klub AC Milan mengalami krisis keuangan dalam membelanjakan pemain. Kurangnya pemain-pemain berbakat memberikan dampak negatif dalam menghadapi lawan. Untuk memajukan klub, seharusnya dalam pihak klub harus royal dalam membelanjakan pemain-pemain berbakat.

Silvio Berlusconi yang merupakan salah satu Presiden AC Milan menjanjikan setelah menjual sahamnya kepada pemasok asing, makan dirinya akan belanja besar-besaran demi mendapatkan pemain-pemain berbakat untuk melengkapi timnya dalam menghadapi lawan-lawan tangguh lainnya.

Begitu juga dengan ada keputusan ini, mantan kapten AC Milan Paolo Maldini juga menyetujui akan keputusan yang diambil Presiden AC Milan Silvio Berlusconi dengan menjual sahamnya kepada pemasok asing dimana dalam hal dunia sepakbola ini sudah menjadi hal yang pantas dan bukan merupakan hal tidak wajar. Dia berharap dengan pembelanjaan nanti, AC Milan bisa bangkit kembali sekaligus mengharumkan namanya.