Ranieri Minta Anak Asuhnya Nikmati Sepakbola Kembali

ChannelBola  Mimpi untuk memenangkan titel gelar juara Liga Inggris adalah salah satu mimpi bagi semua tim dan pemain serta itu adalah mimpi tim yang sedang naik daun yakni Leicester City yang sekarang menjadi sandungan untuk Leicester.

Tim asal Inggris yang sedang naik daun ini, Leicester City yang di latih oleh Pelatih asal Italia, Claudio Ranieri itu menyerukan kepada anak-anak asuhnya itu untuk menikmati permainan sepakbola kembali pada pertemuan dengan tim raksasa Inggris, Manchester City pada haru Rabu, 30 Desember 2015 di stadion King Power.

Pelatih asal Italia, Claudio Ranieri meminta kepada pemainanya Jamie Vardyd dan kawan-kawan untuk kembali bermain meinikmati sepakbola seperti awal musim.

Tim Leicester City yang di asuh oleh pelatih asal Italia, Claudio Ranieri, itu pada awal musim sempat berada di puncak klasemen, dan dari posisi puncak klasemen itu muncul harapan tinggi dari tim Leicester City yang di asuh oleh pelatih asal Italia, Claudio Ranieri untuk memenangkan titel gelar juara Liga Inggris pada musim ini. Namun, tidak semua pemain mampu bisa bertahan menghadapi beban dan tekanan dari mimpi harapan besar itu.

Seperti yang di lansir oleh media-media Inggris, pelatih asal Italia, Claudio Ranieri adalah pelatih senior dengan segudang banyak pengalaman yang dia lalui. Dia sudah paham dengan permainan di Liga Inggris ini. Dia tahu bagaimana tekanan yang terus meningkat jika setelah sudah menjalani paruh setengah musim dan apalagi sudah memuncaki puncak klasemen Liga Inggris. Hal itu yang berdampak negatif pada mental anak asuhhnya yang di khawatirkan oleh pelatih asal Italia, Claudio Ranieri.

Pada pertandingan 26 Desember 2015, tim asuhan Pelatih asal Italia, Claudio Ranieri, mengalami kekalahan untuk kedua kalinya di saat menghadapi tim asuhan pelatih Jurgen Klopp, Liverpool dengan skor 1 – o di stadion Anfield. Pelath asal Italia, itu bisa melihat peforma anak asuhnya bermain di lapangan sangat tidak menikmati bermain dan merkea bermain tidak di siplin karena grogi.

” Kalian mungkin mengerti dengan apa yang saya maksud ini. Kami pada saat itu dalam kondisi yang baik dan pada saat itu posisi kami itu sudah di puncak klasemen dengan raihan 38 poin. Namun, sekarang kami di posisi kedua klasemen Liga Inggris. Saya bisa melihat mereka bermain, mereka bermain sangat tidak menikmati. Saya tidak tahu mengapa begitu. Tapi pada dini hari nanti saya berharap pada mereka untuk bermain untuk menikmati sepakbola lagi seperti awal musim,” Ungkap pelatih asal Italia itu, Claudio Ranieri.

pelatih asal Italia, Claudio Ranieri yang kini tugasnya hanya mengingatkan para anak-anak asuhnya untuk tetap rendah hati dan berusaha bermain menikmati sepakbola. Hasil positif yang di raih oleh tim promosi asal Inggris, Leicester City itu adalah hasil dari gaya filosofi pelatih asal Italia, Claudio Ranieri yang di jalankan oleh skuad Leicester City sekarang.